SAYYIDAH FATHIMAH AZZAHRA BINTI RASULULLAAH SAW
Dalam rangka memperingati kelahiran Sayyidatina Fatimah Azzahra Putri Baginda Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 20 jumadil akhir 1443 H
InsyaAlllah akan share Manaqib Sayyidah Fatimah Azzahra yg dikutib dari kitab :
عقد الول في سيرة الباتول
Mudah-mudahan kita semua bisa meneladani Akhlak beliau dan menerapkan nya dalam kehidupan kita sehari hari dan mudah-mudahan kelak di syurga kita bisa berkumpul bersama beliau dan sang Ayahanda tercinta Rasulullah SAW.
Aamiin Aamiin Allahumma Aamiin
Bagian pertama
Iqdul lul fii siroti Al Batul
Sebuah Awal
Setelah mengucap basmalah, hamdalah, dan shalawat terindah bagi Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam..
Dimulailah kisah salah satu wanita paling mulia, di dunia dan di akhirat ini.
Kitab ini membicarakan tentang Sirah Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah SAW
Sebuah kisah hidup yang sungguh mulia dan luas. Isi nya sangat padat dan panjang. Para penulis tiada mampu menulisnya secara sempurna. Dibuat bingung, harus memulai kisahnya dari mana? Lalu bagian mana yang harus ditulis dan mana yang boleh ditinggalkan? Sedang siroh nya seperti lautan mulia yang benar-benar meluap.
Penuh dengan mutiara dan intan permata yang menghiasi. Baik perbuatan maupun perilakunya. Nenek moyangnya mulia, keturunan nya pun mulia.
Siapa ibunya?
Siapa ayahnya?
Siapa suaminya?
Siapa anak-anak nya?
Ayahnya adalah pemimpin alam semesta, Paling mulianya makhluk. Sebuah anugerah terbesar atas orang-orang mukmin. Sebuah Rahmat bagi alam semesta. Yang dengannya Allah SWT selamatkan manusia dari kesesatan jahiliyyah. Datang kepada kita dengan kitab yang tertulis (Al Qur'an). Dan melalui beliaulah Allah mengeluarkan kita dari kegelapan kepada cahaya terang benderang.
Shallallahu alaihi wasallam wa syarrofa wa karrom.
Adapun ibunya adalah seorang Sayyidah yang suci (at Thahirah). Dia pemilik manaqib yang dibanggakan, Khadijah Al kubro. Seorang wanita yang mendapatkan kemuliaan dunia dan kebahagiaan akhirat. Allah telah memuliakannya dengan menjadi istri nabi yang paling mulia. Maka dia diberi kabar gembira dengan istana di syurga dari emas. Yang di dalamnya tiada akan terdapat keletihan sama sekali.
Lalu bagaimana dengan suaminya Al Murtadho? Seseorang yang berkata dengan kalimat yang Haq dalam keadaan marah ataupun ridho. Singa Allah yang perkasa, Sayidina Ali bin Abi Thalib.
Siapa pula kedua anak lelakinya? Yaitu abu Muhammad (Hasan) dan abu Abdillah ( Husein). Keduanya adalah parfum keindahan bagi alam semesta. Keduanya pula yang dikatakan dalam hadits shahih: pemimpin pemuda ahli syurga.
Lalu bagaimana pula anak perempuannya Zainab dan Ummu kultsum? Maka keutamaan mereka sudah dikenal. Dan keduanya memiliki tempat di hati Nabi yang maksum.
Mereka (anak-anak Sayyidah Fatimah) adalah Ahlu bait yang suci. Bintang-bintang yang indah. Orang-orang mulia yang shaleh. Para imam terpilih. Bintang yang berada di daratan. Dan pedang kemenangan atas segala musibah.
۞ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْ فَا طِمَةَ الزَّهْراءِ وَاَرْضَاهَا وَصَلَّی اللّٰهُ عَلٰی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ اَزُكٰی صَلَاةٍ وَاَنْمَا هَا اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَی اٰلِهِ ۞
NB : Jangan Lupa Kita Siapkan Kado Terbaik Bwt Menyambut Milad Syayyidah Fatimah Dengan Mengikuti Kepribadian Mulia Beliau 💚
Iqdul Lul Fii Siroti Al-batull
Bagian Kedua
Kelahiran Dan Kehidupannya RadhiyAllahu Anha
Sayyidah Fatimah dilahirkan di Mekah, 5 tahun sebelum diutusnya Rasul shallallahu alaihi wasallam. Tanggal lahirnya adalah 20 Jumadil akhir di hari Jumat yang sangat terang seperti terang benderang nya cahaya dari wajah Sayyidah Fatimah.
Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menamakannya Fatimah, karena sesungguhnya Allah menjaga Sayyidah Fatimah daripada api neraka yang hathimah (yang menghancurkan).
Daripada nama-nama beliau Alaihassalam adalah:
1. Al Mubarokah (yang diberkahi)
2. Az Zakiyah (yang suci)
3. Ar Radhiyah (yang ridho)
4. Al Mardhiyyah (yang diridhai)
5. Az Zahra, karena Sayyidah Fatimah adalah bunga dunia yang paling mulia, tanpa ada khilaf sama sekali.
6. Dan digelari Al batul, karena dia memutus hubungan dirinya dengan dunia dan hanya bermaksud ibadah dalam setiap perbuatan dan perkataan nya.
7. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sendiri yang memberikan kunyah kepadanya sebagai Ummu abiha yang artinya ibu dari ayahnya. Karena Rasulullah SAW wassalam mendapati Sayyidah Fatimah sangat penyayang dan lembut. Dari Sayyidah Fatimah lah, Rasul shallallahu alaihi wasallam mendapat kehangatan seorang ibu setelah istrinya sayyidah Khadijah wafat.
Sayyidah Fatimah hidup di dalam rumah Nubuwwah, sumber ilmu dan kemuliaan yang sangat melimpah. Rumah di mana Rasulullah shallallahu salam berperang dan juga beristirahat. Rumah dimana malaikat-malaikat turun ke situ. Di situlah Sayyidah Fatimah tinggal. maka terbentuklah Sayyidah Fatimah dengan sebaik-baik akhlak dan sebagus-bagus perangai.
Bagaimana tidak? sedangkan Sayyidah Fatimah adalah lulusan dari madrasah yang paling baik, dengan guru paling mulia, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak mulia.
Maka Sayyidah Fatimah belajar dari rumah Nubuwwah itu:
1. Siddiq (benar dan jujur)
2. Amanah
3. Belajar iffah (menjaga diri)
4. Dari rumah itu pula Sayyidah Fatimah belajar Al-Qur'an dan hikmah
5. Juga belajar lemah lembut dan kasih sayang
6. Sayyidah Fatimah pula belajar tawadhu dan berbagai macam ilmu
7. Serta memahami dan mengamalkan kesabaran dan kebijaksanaan.
Sehingga terbentuklah akhlak yang sangat diridhoi juga perangai kenabian.
Allah telah mengutamakannya Sayyidah Fatimah dengan kebaikan-kebaikan yang mulia.
Semoga Allah Meridhoi Nya
✥ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْ فَا طِمَةَ الزَّهْراءِ وَاَرْضَاهَا وَصَلَّی اللّٰهُ عَلٰی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ اَزُكٰی صَلَاةٍ وَاَنْمَا هَا اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَی اٰلِهِ ✥
Iqdul Lul Fii Siroti Al Batull
Bagian Ketiga
Jihad Sayyidah Fatimah dan Kesabarannya Dalam Berdakwah
Sungguh telah tumbuh Sayyidah Thahirah' (yang suci) ini, semenjak masa kecilnya untuk menjadi seorang Mujahidah (pejuang dakwah) yang penuh kesabaran.
Sayyidah Fatimah telah menyaksikan dakwah semenjak awal mula tumbuh.
Dan hidup ketika dakwah itu berlangsung sampai puncak kejayaan dakwah.
Sayyidah Fatimah bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika awal mula menghadapi orang kafir. Dan bersama Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ketika menghadapi segala macam siksaan dari orang-orang kafir. Memang begitulah, semenjak umurnya yang masih kecil, Sayyidah Fatimah ditakdirkan untuk menjalani kehidupan yang berat.
Lalu tumbuh besarlah Sayyidah Fatimah az-zahra bersama besarnya pula keteguhan hati yang menyala-nyala dan menggelora serta membara azamnya untuk berjihad.
Sungguh Sayyidah Fatimah bersama para Mujahidin di perang Uhud. Beliau mengobati para pejuang yang terluka dan memberi minum pejuang yang sekarat.
Tatkala ayahnya yang mulia terluka parah di perang Uhud, Sayyidah Fatimah tampil sebagai tabib yang cekatan bersama sayyidina Ali bin Abi Thalib.
Sayyidina Ali yang mengalirkan air, sedangkan Sayyidah Fatimah yang membersihkan darah dari wajah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang mulia.
Ketika darah bercucuran tiada henti, Sayyidah Fatimah mengambil tikar, lalu membakarnya dan menaruh abunya di luka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Maka berhentilah darah itu dan hilanglah rasa sakit.
Sungguh mulia engkau duhai Sayyidah dengan perjuangan jihadmu, yang betul-betul ikhlas dan jujur.
Dan semakin agung kesabarannya alaihassalam.
Ketika menghadapi suatu peristiwa yang menyusahkan raganya. Ia tetap bersabar atas sempitnya kehidupan. Yaitu ketika orang-orang Quraisy melakukan pemboikotan total pada kaum muslim (tidak boleh berniaga dan memberi makan kaum muslim).
Sayyidah Fatimah tetap menemani kedua orangtuanya dalam blokade itu.
Beliau merasakan apa yang dirasakan kaum muslim dan para pembela Rasulullah shallallahu alaihi wasallam daripada kelaparan dan kesempitan.
Dan akibat dari pemboikotan itu, wafatlah bunda tercinta yang dikasihi, Sayyidah Khadijah.
Namun Sayyidah Fatimah menghadapi nya dengan hati yang penuh keridhaan.
Dan memang begitulah semestinya sikap setiap muslim dalam menghadapi berbagai fase kehidupan.
Selalu Ridha dengan ketentuan Allah dan pilihan Rabb nya.
Tiadalah keberanian kecuali sabar sejenak. Dan kemenangan di hari akhir kelak hanya bagi mereka yang bersabar.
🌸سلام عليكم بما صبرتم فنعم عقبى الدار🌸
"Keselamatan bagi kalian atas kesabaran kalian. Dan kalian mendapatkan sebaik-baik tempat kembali."
✥ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْ فَا طِمَةَ الزَّهْراءِ وَاَرْضَاهَا وَصَلَّی اللّٰهُ عَلٰی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ اَزُكٰی صَلَاةٍ وَاَنْمَا هَا اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ
وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَی اٰلِهِ ✥
Iqdul Lul Fii Siroti Al-batull
Bagian ke empat
Pernikahannya Dengan Sayyidina Ali Al Murtadho (Semoga Allah Memuliakan Wajahnya).
Umur Sayyidah Fatimah mencapai 18 tahun sudah, banyak para pembesar yang mengajukan khitbah. Seperti Abu Bakar juga Umar Bin Khattab, namun Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menolak mereka semua dengan Lembut tanpa Menyakiti perasaan.
Dan mengabarkan bahwa beliau menunggu Wahyu ilahi mengenai pernikahan.
Dan sungguh Allah SWT telah sangat mengkhususkan kemuliaan dan sebaik-baik manaqib, Pada Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
Bahkan sebelum Sayyidina Ali datang kepada Rasul, untuk melamar Zahra Al batul, wahyu telah mendahuluinya memberkati khitbah yang penuh dengan taufiq ini.
Sayyidina Ali sungguh mendapatkan impian tertinggi dan paling berharga, ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam*yang mulia berkata padanya: "Marhaban Wa Ahlan"
Tidak perlu menunggu waktu yang lama, hingga Rasul shallallahu alaihi wasallam mengutusnya untuk mencari para pembesar dari kalangan Muhajirin dan Anshar, agar tersiar kabar berita ini pada mereka. Lalu ketika terkumpul perkumpulan orang-orang terpilih ini, Bersinarlah tanda-tanda kabar gembira ini.
Lalu Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam*
berkhutbah dengan khutbah yang terkenal, yang mana selalu diucapkan di Acara Khitbah biasanya.
Lalu Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda;
Segala puji bagi Allah yang dipuji dengan segala nikmat-Nya, yang disembah dengan ketentuan-Nya, yang ditaati dengan kekuasaan-Nya, yang ditakuti Azab dan kekuasaan-Nya, yang perkara-Nya meliputi langit dan bumi-Nya, yang menciptakan makhluk dengan takdir-Nya, yang mengistimewakan makhluk-Nya dengan hukum-Nya, yang memuliakan mereka dengan agama-Nya, yang menjadikan mereka mulia dengan Nabi-Nya Muhammad saw. Sesungguhnya Allah nama-Nya Maha Mulia, Maha Tinggi dan Maha Agung. Ia telah menjadikan mushaharah (hubungan keluarga karena pernikahan) sebagai sebab penerus generasi manusia, perkara yang menjadi sebab penyambung keluarga dan penerus generasi manusia.
Allah yang Maha mulia firman-Nya menyatakan:
“Dialah yang menciptakan manusia dari air kemudian menjadikan manusia mempunyai keturunan dan mushaharah, dan Tuhanmu Maha Kuasa.” (Al-Furqan: 54)
Perkara Allah SWT berlaku dalam ketetapan-Nya, ketetapan-Nya berlaku dalam takdir-Nya, setiap ketetapan mempunyai takdir, setiap takdir mempunyai ajal, dan setiap ajal mempunyai kitab, “Allah menghapus apa yang dikehendaki dan menetapkan (apa yang dikehendaki), di sisi-Nya ada Ummul Kitab.” (Ar-Ra’d: 39).
Kemudian Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikan sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus mitsqal perak jika Ali bin Abi Thalib ridha dengan mahar tersebut.”
Berkata Anas bin Malik : "kemudian Rasul shallallahu alaihi wasallam meminta sejumlah kurma dalam nampan dan meletakkannya diantara kami. Dan bersabda ;
"Ambillah!"
Maka ketika kami tengah mengambil kurma, masuklah Ali bin Abi Thalib. Seketika itu, tampaklah senyum di wajah Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Kemudian beliau bersabda,
"Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah denganmu, dengan maskawin empat ratus mitsqal perak jika engkau ridha dengan mahar tersebut.”
Maka Sayidina Ali berkata, "Aku benar-benar Ridha dengan hal itu, wahai Rasulullah!"
Sayyidina Ali bin Abi Thalib pun menyampaikan khutbah:
"Segala puji bagi Allah yang dekat dengan orang yang memujinya dan juga dekat dengan orang yang memintanya. yang menjanjikan dengan surga bagi orang yang bertakwa serta menyediakan neraka bagi orang yang bermaksiat. Aku memuji Allah dengan segala pujian dan kekuasaannya dan aku bersyukur kepada Allah dengan syukur seseorang yang mengetahui bahwa Allah adalah penciptanya dan yang membentuknya kemudian menghidupkannya mematikannya dan menghidupkannya kembali. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan tidak ada sekutu baginya sebuah kesaksian yang membuat Allah Ridho. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba Allah dan utusan Allah. Semoga Allah mencurahkan shalawat kepadanya dengan shalawat yang mendekatkan kepada Allah. Amma ba'du..
Sesungguhnya perkumpulan kita adalah sesuatu yang ditetapkan Allah dan semoga diridhoi oleh Allah. Nikah adalah perkara yang diperintahkan oleh Allah dan diizinkan di dalamnya. dan ini adalah Muhammad sallallahu alaihi wasallam telah menikah kan Aku dengan Fatimah anaknya. Dengan mahar 400 mitsqal perak. Dan aku sungguh telah benar-benar Ridho dengan hal itu. Maka cukuplah Allah sebagai saksi."
kemuliaan Sayyidina Ali bin Abi Thalib pun tersungkur sujud sebagai rasa syukur kepada Allah dan terus memuji Allah. Ketika Sayyidina Ali mengangkat kepalanya dari sujud maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun melantunkan sebuah doa yang indah,
"Semoga Allah menyatukan perkumpulan kalian berdua, dan memberkahi kalian berdua serta mendapatkan keturunan yang banyak lagi baik."
Demi Allah! Sungguh akad yang diberkahi! Yang menjadi saksi ialah para pembesar shahabat, para pemilik keutamaan dan kemuliaan.
Walinya adalah Nabi, Mempelai prianya adalah imam Ali, Dan mempelai wanitanya adalah Az Zahra yang memiliki kedudukan yang tinggi.
۞ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْ فَا طِمَةَ الزَّهْراءِ وَاَرْضَاهَا وَصَلَّی اللّٰهُ عَلٰی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ اَزُكٰی صَلَاةٍ وَاَنْمَا هَا اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَی اٰلِهِ ۞
Iqdul Lul Fii Shiroti Al Batul
Bagian kelima
Tentang Malam Pernikahan Sayyidah Fathimah
Ketika akad yang diberkati itu selesai sempurna, dan menjadi penyejuk mata bagi para pecintanya, maka Sayyidah Fathimah dibawa dalam sebuah iringan pengantin yang paling bahagia. Ke rumah Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
Berjalanlah iringan itu dengan penuh rasa gembira yang sangat. Sayyidah Fathimah dikelilingi para wanita Muhajirin dan Anshar.
Hingga sampailah mereka ke rumah yang mulia, dimana ayahnya yang memiliki kedudukan luas itu sebagai tetangga.
Baru saja Sayyidah Fathimah mulai masuk di rumahnya yang baru, di samping suaminya, sang pemilik kebahagiaan.
Datanglah sang cahaya yang bersinar, orang terkemuka yang terpuji, sayyiduna Muhammad, sebaik-baik manusia.
Beliau shallallahu alaihi wasallam memberikan ucapan selamat yang sangat indah kepada mereka berdua. Bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
جَمَعَ اللّهُ شَمْلَكُمَا و اعز جدكما وَ بَارَكَ عَلَيْكُمَا وَ أَخْرَجَ مِنْكُمَا الكَثِيْرَ الطَّيِّبَ
"Semoga Allah menyatukan perkumpulan kalian berdua, dan memuliakan asal kalian serta memberkahi kalian berdua serta mendapatkan keturunan yang banyak lagi baik."
Allah pun mengabulkan doa Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk mereka berdua.
Dari Sayyidah Fathimah dan sayyidina Ali bin Abi Thalib keluarlah keturunan yang banyak lagi baik. Dari mereka berdualah berterusan nasab Nabi yang mulia. Dari nasab itulah setiap Sayyid dan Syarif berasal. Mereka (ahlul bait) dan Al Qur'an senantiasa sesuai.
Dua kawan sejati yang tak pernah terpisahkan. Hingga keduanya menuju telaga pemimpin alam, shalawat Allah baginya, dan keluarganya, shahabatnya, serta semua yang mengikuti nya dalam kebaikan.
✥ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْ فَا طِمَةَ الزَّهْراءِ وَاَرْضَاهَا وَصَلَّی اللّٰهُ عَلٰی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ اَزُكٰی صَلَاةٍ وَاَنْمَا هَا اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَی اٰلِهِ ✥
Iqdul Lul Fi Shiroti Al Batul
Bagian Keenam
Tentang mahar dan perlengkapan rumah sayyidah Fathimah
Setelah kita menghayati sekejap dari pernikahan mulia ini, yang diliputi dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Ada banyak Persoalan yang mendesak. Yang membutuhkan jawaban yang jelas.
Bagaimana dengan mahar pemimpin para wanita alam semesta ini?
Lalu apa perlengkapan rumah tangga sedangkan ia adalah anak dari seorang nabi yang jujur dan digelari Al Amin?
Pastilah di dalamnya ada Sebuah hikmah untuk umat. Dan pelajaran yang teramat penting. Sehingga dapatlah ia membuka tabir penutup mengenai perkara pernikahan yang dzalim. Pula perkara yang begitu gelap gulita.
Seperti mahalnya mahar, dan bermewah-mewah dalam dekorasi. Atau berlebihan dalam hidangan. Serta hadiah-hadiah yang banyak. Yang hal ini membuat orang fakir terpaksa berhutang. Dan orang kaya mengeluarkan semua harta yang ia miliki.
Maka jadikanlah bagi kita Ahlul Bait Nabi sebagai teladan dan berhati-hatilah daripada memaksakan kehendak yang hal itu dapat mendatangkan kesulitan.
Mahar Sayyidah Fathimah yang merupakan Anak dari Nabi yang Paling Mulia Shallallahu Alaihi Wasallam adalah 400 dirham. Dan ini adalah mahar yang benar-benar sedikit! Ketika umumnya mahar itu ialah beribu-ribu dirham! Yang begitu menyulitkan dan membuat repot.
Tahukah kalian bahwa banyaknya mahar tidaklah membuat seorang wanita semakin dibanggakan? Jika wanita dinilai dengan maharnya, tentu Sayyidah Fathimah lebih utama atasnya. Tetapi yang benar ialah wanita yang paling diberkahi ialah wanita yang paling mudah maharnya!
Lalu bagaimana dengan perkakas rumah Sayyidah Fathimah yang mulia?
Bantalnya terbuat dari kulit yang diisi dengan Sabut. Hanya memiliki satu Permadani, dua batu penggilingan (untuk membuat roti), satu bejana minum, dua guci. Sudah, hanya itu saja.
Lalu bagaimana dengan kita sekarang? Di zaman ini?
Dengan Perkakas yang Mewah. Yang menghabiskan harta. Tetapi kemudian tidak dipakai (disia-siakan).
Lalu bagaimana perhiasan dan baju pernikahan Sayyidah Fathimah, wahai saudariku tercinta?
Sayyidah Fathimah dibawa ke rumah Sayyidina Ali hanya memakai Dua Kain Pakaian dan perhiasannya hanya dua gelang dari perak.
Duhai manusia, apa yang kalian perbuat kini? Dengan baju yang mewah serta cincin-cincin emas dan perhiasan lainnya. Serta banyaknya gelang, yang bahkan hingga menutupi seluruh tangan. Pula pakaian yang bermacam-macam dari emas.
Yang membuat orang berdecak kagum padahal itu bukanlah kebanggaan.
Bukankah sudah waktunya bagi kita untuk berubah dari perkara yang menghamburkan dan penuh kesombongan ini?
Bukankah kita perlu berpindah dari yang sulit pada yang mudah? Sungguh itu lebih utama dan lebih baik bagi kita. Allah lah yang Maha Penolong dan kepadanya kami bersandar.
Dan kesejahteraan bagi Sayyidah Fathimah, sungguh dalam pernikahan nya terdapat hikmah bagi mereka yang merenungkannya.
رَضِيَ اللّٰهُ عَنْ فَا طِمَةَ الزَّهْراءِ وَاَرْضَاهَا وَصَلَّی اللّٰهُ عَلٰی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ اَزُكٰی صَلَاةٍ وَاَنْمَا هَا اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَی اٰلِهِ

Komentar
Posting Komentar