Hubabah Ummu Salim

 Hubabah Ummu Salim
(Istri Dari Habib Umar bin Hafidz)

Menyampaikan Dalam Tausiyahnya:

Allah SWT berfirman dalam hadist Qudsi

"يا بني آدم ، انت تريد و انا اريد 

اذا سلمت فيما اريد ، اعطيتك ما تريد

و اذا لم تسلم بما اريد ، اتبتك فيما تريد

و لم يكن الا ما اريد و انا (فعال لما يريد)"

"Wahai Bani Adam, kau punya mau dan Aku pun punya mau, bila kau mau menerima apa mau Ku, aku akan memberimu maumu. Dan bila kau tak terima dengan mau Ku, Aku akan membuatmu lelah dengan kemauanmu dan yang akan terjadi tetaplah apa yang Aku kehendaki. Aku lah yang Maha berbuat sesuai kehendak Ku"

Rasulullah ﷺ bersabda:

"من آذى مسلما فقد آذاني و من آذاني فقد آدى الله"

"Barang siapa yang mengganggu seorang muslim maka ia sama saja menggangguku, dan barang siapa yang menggangguku maka ia telah mengganggu Allah."

Hubabah Ummu Salim
(Isteri Dari Habib Umar bin Hafidz) Menyampaikan Dalam Tausiyahnya:

"Rasa takut kepada Allah ada tanda-tandanya, yaitu dengan tangisan, barang siapa yang tidak pernah menangis di dunia karena menyesali dosa-dosanya dan takut kepada Allah, maka di akhirat nanti ia akan menangis,

semua mata akan menagis di akhirat nanti kecuali 3 mata ini:

1. Mata yang menangis karena takut kepada Allah

2. Mata yang di pejamkan karena sesuatu yang haram

3. Mata yang terjaga karena ketaatan kepada Allah

Apabila matanya tidak pernah menangis, maka hatinya keras, di ingatkan tentang akhirat pun dia tidak menangis, 

maka tidak ada keberkahan dari air mata serta tangisan dari pada untuk urusan dunia, dan tidak akan mendapatkan keberkahan kalau menangis sekiranya Karena kehilangan dunia.

Diterjemahkan oleh:

Ustadzah Amiroh Jindan dan

Ustadzah Fatimah Jindan


 Rihlah Dakwah

Hubabah Ummu Salim bin Hafidz

Tarim - Hadramaut

"Jadikan alasanmu mengeluarkan air mata adalah alasan yang sama ketika Rasulullah mengeluarkan air mata yang mana Rasulullah mengeluarkan air mata karena memikirkan urusan akhirat bukan karena dunia, karena urusan dunia tidak ada harganya di mata Rasulullah"

Dar al-Malik 

Pondok Rajeg Cibinong

20 Agustus 2022 / 23 Muharram 1444 H


Hubabah Ummu Salim
(Istri Dari Habib Umar bin Hafidz)

Menyampaikan Dalam Tausiyahnya:

Jauhi sifat hasud, karena itu haram, melakukan perbuatan sihir itu juga haram termasuk dosa yang besar, siapa yang melakukan perbuatan itu maka tidak akan masuk surga, dan akan meninggal dalam keadaan su'ul khotimah dan memakan harta yang subhat itu juga haram, mendurhakai orang tua dan menyakiti tetangga juga haram.

Hubabah juga menyampaikan jangan terlalu banyak ketawa, sesungguhnya banyak ketawa dan itu mematikan hati.

Diterjemahkan oleh:

Ustadzah Aisyah Farid BSA


 Hubabah Ummu Salim 
(Isteri Dari Habib Umar bin Hafidz)

Menyampaikan Dalam Tausiyahnya:

Ketika Sayyidah Fatimah akan melewati jembatan shirat, Allah berseru "Wahai penghuni mahsyar pejamkan mata kalian sesungguhnya Fatimah akan melewati jembatan shirat", semua laki-laki Allah perintahkan untuk menundukkan pandangan mereka.

Sayyidah Fatimah yang menutup dan menjaga dirinya di dunia, maka di akhirat Allah pun akan menjaganya.

Ketika Sayyidah Fatimah Az-Zahra melewati jembatan shirat seperti kilat dan beliau masuk ke dalam surga.

Sayyidah Fatimah menangis dengan suara tangisan yang keras, apa yang membuat beliau menangis?

Beliau mengatakan:

"Aku menangisi putri-putriku, putri-putriku (kaum perempuan) banyak yang membuatku menangis", bagaimana bisa mereka membuatmu menangis?

Mereka menggunakan pakaian seperti kaum yahudi dan nasrani, kelak mereka tidak akan di izinkan untuk memandang wajah Sayyidah Fatimah dan tidak di izinkan mereka berada di belakang Sayyidah Fatimah, kelak mereka akan di kumpulkan bersama seperti yang pernah mereka ikuti.

Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka Allah bangkitkan dan kumpulkan mereka dengan kelompok yang mereka ikuti dan mereka cintai."

Ada 3 golongan yang tidak masuk surga:

1. Laki-laki yang tidak mempunyai cemburu kepada istrinya

2. Seseorang yang menimbun minuman keras

3. Perempuan yang bergaya dengan gaya laki-laki, yang menyerupai laki-laki

Diterjemahkan oleh:

Ustadzah Aisyah Farid BSA


 Hubabah Ummu Salim
(Istri Dari Habib Umar bin Hafidz)

Menyampaikan Dalam Tausiyahnya:

Nabi ﷺ memberitahukan di dalam khutbahnya:

"Wahai anak cucu adam, jangan kalian sekali-kali kalian dalam kebodohan"

Hadist pendek tapi banyak maknanya.

Jika kalian taat pada Allah SWT dan bagi kalian yang beramal sholeh bagi laki-laki dan perempuan, maka Allah akan memberikan kalian hidup yang baik dan Allah akan memberikan balasan apa yang kalian perbuat.

Dan dengan sebaik-baik taat dan sebaik-baik utamanya taat kepada Allah dan sempurnanya taat kepada Allah adalah "Menjauhi Apapun Yang Di Larang Oleh Allah"

Beratakwalah kalian kepada Allah dan pikirkan tentang makna hadist ini. Ikuti apa yang di seru oleh Nabi ﷺ. 

Patuhi apa yang datang dari Allah dan Rasulullah, jauhi apa yang di larang Allah.

Apa yang sudah di larang Allah?

"Berdandan, berhias di depan orang yang bukan mahrom. Janganlah kalian menpakkan perhiasan kalian di depan suami-suami kalian, ayah-ayah kalian dan mahram-mahram kalian, selain dari mereka jangan sekali-kali kalian menampakkan perhiasan kalian kepada pada yang lain.

Allah Maha tau apa niat-niat, tujuan dan maksud yang ada di dalam hati kita. 

Allah Maha tahu apa yang akan kita lakukan dan apa yang akan kita perbuat.

Allah menyuruh untuk menundukkan pandangan kepada yang di larang."

Diterjemahkan oleh:

Ustadzah Aisyah Farid BSA


 Ustadzah Halimah Alaydrus 

Sering kali di majelis-majelis beliau, mengisahkan Hubabah Ummu Salim, bahwa Hubabah di ahli Tarim di sebut Ubbaadah, yaitu "Ahli Ibadah." (Padahal yang ahli tarim yang biasa saja itu kalau kita lihat sudah ahli ibadah bagi kita, tapi Hubabah Ummu Salim melebihi ibadah mereka ibadahnya).

Ustadzah Halimah pun bercerita yang sama bahwa Hubabah kalau di kajian membahas neraka, itu nangis terisak, seakan beliau yang akan masuk neraka.

Padahal dengan sebegitu ibadahnya.

Tetapi menangis terisak sebegitunya.

Dan memang kamipun menyaksikan tak ada yang lebih banyak menangis melebihi Hubabah.

Hubabah adalah seseorang yang menjunjung tinggi sabda Nabi ﷺ, kapanpun saat mustajab, Hubabah selalu menyuruh berdo'a.

Setiap setelah membaca al-Qur'an, "Ayo berdo'a, do'a setelah membaca al-Qur'an mustajab", setelah adzan, setelah membaca dzikir, dsb.

Hal ini sangat jarang sekali kami temukan pada diri seseorang.

Setiap tetamu dan siapapun tamu peziarah datang dari Indonesia, dan manapun selalu Habib dan Hubabah jamu, jamuan makan siang ataupun terkadang makan malam.

Seringkali berombong-rombongan ratusan yang datang, semuanya beliau jamu.

Sampai salah satu khodimahnya berkata padaku, "Dulu kita dengar kisah As-Syeikh Abu Bakar bin Salim, setiap pagi dapurnya membuat 1000 roti, ga terbayang gimana, tapi semenjak khidmah di sini, baru nyaksikan."

Maksudnya, dapur beliau pun selalu memasak dengan jumlah yang sangat banyak. Tuk jamuan tetamu dan dibagikan.


 Hubabah Ummu Salim

Jika hati seseorang itu keras, 

maka ia akan sulit menangis.

Ingat kematian, tidak menangis.

Ingat kubur, tapi tidak menangis.

Ingat pertanyaan malaikat, tidak menangis.

Ingat bahwa kubur itu hanya sekedar orang berdiri sambil mengangkat tangan, tiapi tak menangis.

Ingat hari kiamat, tiap tak menangis.

Ingat bahwa ular dan kalajengking di neraka itu sebesar unta dan keledai, tapi tak menangis.

Ingat bahwa rantai yang digunakan untuk mengikat para pendosa kelak, jika di jatuhkan ke bumi maka bumi akan terbakar, tetapi tak menangis.

Siapapun yang pernah semajelis dengan beliau akan tau bagaimana isak tangis beliau saat menceritakan neraka dan adzabnya. 

Padahal dosa apa yang hendak Hubabah tangisi bila paginya berbuat kebaikan dan malamnya ibadah?

Bagaimana kebahagiaan terpancar nyata saat beliau menceritakan surga dan nikmatnya yang seakan begitu didamba.

Padahal bagiku, ia jelas calon penghuninya. Mereka sudah sampai kepada maqom haqqul yakin.

Apa yang mereka yakini sudah seperti ada di depan mata.


📌Ustadzah Sania Mutahar


Hubabah Ummu Salim

(Istri Dari Habib Umar bin Hafidz)

Menyampaikan Dalam Tausiyahnya:

Cinta terhadap dunia adalah induk dari segala keburukan, apabila ada seorang yang di hatinya ada hasud, maka hasud itu bisa merusak keimanan, atau masuk dalam hati seseorang sifat sombong itu akan terhalang dalam mencium baunya surga. Jangan sampai juga hatimu kemasukan ujub, dan di dalam hatimu jangan masuk suatu keraguan terhadap Allah dalam urusan rezeki, serta kamu ragu terhadap surga dan neraka dan apapun yang sudah Allah tentukan.

Apabila ada penyakit hati yang masuk ke hati seseorang walaupun hanya satu penyakit hati, maka hatinya itu terpisah dari bertaqwa kepada Allah, hatinya jadi hitam dan keras. Cirinya tidak bisa menerima nasehat, yaitu hati yang keras.

Karena hati apabila berhias dengan taqwa anggota badan yang lain jadi baik juga

Pemilik hati yang bersih tidak mungkin hatinya di biarkan untuk ghibah dan menyakiti orang lain. 

Kalau hatinya bagus maka yang lainnya juga akan bagus.

Kalau kamu bertaqwa, maka kamu tidak akan makan yang haram dan tidak makan yang subhat. Karena kalau makan makanan yang haram, maka anggota tubuhnya akan melakukan perkara yang dosa. Makan yang haram dan subhat bisa membuat hati menjadi keras.

Diterjemahkan oleh:

Ustadzah Halimah Alaydrus


 Hubabah Ummu Salim
(Istri Dari Habib Umar bin Hafidz)

Menyampaikan Dalam Tausiyahnya:

Cara selamat dari dunia, dengan menyadari bahwa dunia bukan tempat tinggal yang abadi, dia hanya jalan menuju rumah yang sesungguhnya.

Rumah yang sesungguhnya yaitu tempat yang kita akan kita tempati yaitu kuburan tempat yang sesungguhnya.

Kuburan ini adalah rumah pertama dari rumah-rumah akhirat, dan akhirat adalah rumah keabadian.

Kuburan adalah tempat pertama di akhirat.

Kamu harus paham dari sekarang bahwa rumah sejatimu adalah kuburan.

Kita harus menginggat kematian, karena setiap yang mengingat kematian maka kuburnya akan menjadi "raudhoh min riyadhil jannah".

Lupa terhadap kematian, yaitu tidak pernah dirinya mengingat kematian selalu melaksanakan yang haram atau maksiat.

Orang yang mengingat kematian selalu mengingat kapan saya meninggal. 

Dan setiap ingin mengerjakan keburukan atau maksiat dia ingat dengan kematian lalu tidak mengerjakan perbuatan tersebut.

Diterjemahkan oleh:

Ustadzah Halimah Alaydrus

Menara 165, 22/8/22


Hubabah Ummu Salim
(Istri Dari Habib Umar bin Hafidz)

Menyampaikan Dalam Tausiyahnya:

Niat yang bagus menjadikan suatu kebiasaan yang tidak berpahala, menjadi berpahala.

Contoh: 

"Urusan makan minum, itu adalah kebiasaan.

Akan tetapi kalau kita makan minum dengan cara makan minum Nabi ﷺ dan dia makan tersebut niat pengen mengikuti makannya Rasulullah ﷺ dan niat mengamalkan apa yang telah di firmankan Allah, dia mencuci tangan 3 kali sebelum makan, yang menjadi salah satu sunnah, dia makan mencari kekuatan melakukan ketaatan.

Maka itulah yang disebut dengan niat yang bagus, menjadikan suatu kebiasaan yang tidak berpahala menjadi pahala.

Kalau bukan kita yang mengerjakan adab-adab Nabi Muhammad ﷺ, siapa lagi yang mengerjakan."

Makan dengan adab dan baca do'a, 

maka berguguran dosa-dosanya.

Lalu kalau mau tidur, hadap kanan, letakkan tangan di bawah pipi, kemudian baca dzikir-dzikir yang sudah di akarkan Nabi ﷺ, dan kamu tidur punya wudhu, maka tidurmu terhitung ibadah di sisi Allah.

Akan turun malaikat dan berkata:

"Ya Allah ampunilah dosa-dosanya, karena dia tidur dalam keadaan mempunyai wudhu."

Diterjemahkan oleh:

Ustadzah Halimah Alaydrus


Hubabah Ummu Salim
(Istri Dari Habib Umar bin Hafidz)

Menyampaikan Dalam Tausiyahnya:

Imam Haddad mengatakan:

"Bertaqwalah kepada Allah, dalam sendiri-sendiri ataupun keramaian"

Memberi pesan dan memerintahkan, memberi petunjuk padamu atas sesuatu, jika kamu mengerjakannya, kamu dapat kebaikan dunia dan akhirat.

Kalimat taqwa di sebutkan lebih dari 90 kali dalam al-Qur'an.

Allah tidak sebut kalimat lain lebih banyak dari pada taqwa.

Allah juga menyebutkan fadhilah taqwa.

Taqwa itu tempatnya di hati.

Apabila kedalam hati terdapat cinta pada dunia (itu induk segala keburukan), 

karena sesungguhnya hati berhias dengan taqwa, maka anggota badan lain jadi lurus.

Orang yang hatinya bertaqwa, 

kalau dia bicara, dia bicara yang di ridhoi Allah.

Pemilik hati yang bersih takkan biarkan lisannya, ghibah, hasud, atau bicara yang tidak ada perlunya.


Diterjemahkan oleh:

Ustadzah Halimah Alaydrus


 Hubabah Ummu Salim
(Istri Dari Habib Umar bin Hafidz)

Menyampaikan Dalam Tausiyahnya:

Rasulullah berkata, jangan pernah menyakiti hati lain sesama mukmin.

Jika kalian menyakiti hati mereka, sama saja menyakitiku.

Dan jika menyakiti hati Rasul sama saja menyakiti Allah.

Jaga lisan, tangan dari menyakiti hati orang lain. Tidak perlu ikut campur atas urusan dan dosa orang lain.

Sering mengingat kematian.

Bahwasannya dunia itu hanya persinggahan.

Dan pesan Rasul, jangan berteman dengan orang yang ahli dunia, merasa sukses dan keberhasilan hanya dunia, jauhi teman seperti itu.

Bahwasannya takdir manusia sudah di tetapkan oleh Allah, maka jangan ikuti nafsu untuk mengumpulkan dunia, 

ridho akan ketetapan Allah, 

maka Allah akan memberi kenikmatan yang lebih, Allah ampuni dosa.

Jika engkau tidak ridho akan ketetapan Allah, maka Allah akan kasih lelah, capek untuk mengejar keinginanmu.

Diterjemahkan oleh:

Ustadzah Halimah Alaydrus

 Hubabah Ummu Salim
(Istri Dari Habib Umar bin Hafidz)

Menyampaikan Dalam Tausiyahnya:

Perempuan sebagai ibu memiliki tanggung jawab dan tugas yang besar.

Sayyidah Fatimah Az-Zahra telah memberi 2 anaknya pendidikan dan memberikan contoh kepada anak-anaknya, beliau didik anak-anak beliau untuk memiliki rasa malu yang besar.

Nabi Muhammad ﷺ sebagai ayah Sayyidah Fatimah juga mendidik Sayyidah Fatimah untuk menutup auratnya.

Sayyidah Fatimah sangat menjaga auratnya dan menjaga suaranya agar tidak terdengar oleh laki-laki.

Dan kewajiban sebagai orang tua untuk memberikan nama yang baik untuk anaknya, berikan nama untuk anak nama-nama orang sholeh, maka akan mendapat berkah.

Ketika menyusui ingat Allah

Kenalkan anakmu kepada Allah

Ajarkan kepada anak makan menggunakan tangan kanan

Sesudah makan ucapkan al-Hamdulillah

Ketika tidur menghadap kanan

Ketika anak sudah berumur 6 tahun ajarkan berwudhu

Ketika sudah berumur 7 tahun ajarkan sholat

Anak ketika sudah berumur 10 tahun harus di biasakan sholat jangan sampai tidak sholat

Kalau anak tidak sholat boleh di pukul

Ketika anak sudah berumur 10 tahun pisahkan tempat tidur dengan orang tuanya

Perhatikan apa yang di lihat oleh anak

Karena baik buruknya seorang anak tergantung dari pendidikan orang tuanya

Ketika anak kita sholat kita tunjukkan kesenangan kita dan terus do'akan yang baik-baik untuk anak kita.

Diterjemahkan oleh:

Ustadzah Halimah Alaydrus


💌mt.azzahir : bimbingan Ustadzah Azizah Al Munawwar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Dirumahaja Lockdownku

Mengenal Simbol-simbol Flowchart dan Contohnya

HOW TO BE MUSLIMAH SHALIHAH🌹