#selfreminder
TOBAT YANG TERLAMBAT
➡️ Melakukan kekhilafan dalam hidup itu sungguh manusiawi. Tapi mau menyadari kekhilafan diri lantas bersegera memperbaikinya, itu PILIHAN.
➡️ Pernah melakukan dosa itu manusiawi. Tapi berjanji untuk tidak mengulanginya, itu PILIHAN.
➡️ Pernah terjebak dalam maksiat itu manusiawi. Tetapi memutuskan untuk bertobat, itu PILIHAN.
Mungkin tanpa kita sadari selama ini kita menyepelekan Allah, menuhankan karier, menuhankan harta, menuhankan popularitas.
Mungkin selama ini ketauhidan kita masih tercemar, keikhlasan kita masih berantakan, kesucian niat kita masih compang camping.
Mungkin selama ini kita masih meremehkan dosa-dosa kecil, meremehkan beragam karunia, bahkan mengkufuri beragam nikmat yang tiada terhitung jumlahnya.
🌸 Namun percayalah bahwa selama malaikat maut belum menjemput kita, saat itu pula pintu ampunan Allah masih terbuka.
🌸 Selama jantung masih berdetak, selama napas masih berhembus, selama itu pula Allah membuka lebar-lebar pintu maaf-Nya.
Tinggal kita mau memanfaatkannya atau tidak.
Jangan pernah sedetikpun menunda tobat. Karena kita sedang berlomba dengan ajal. Sementara datangnya kematian tidak menunggu tobat kita.
➡️ Bukankah kisah kematian Fir'aun bisa kita jadikan pengingat tentang keterlambatan tobat?
➡️ Allah SWT berfirman:
۞ وَجَاوَزْنَا بِبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ الْبَحْرَ فَاَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُوْدُهٗ بَغْيًا وَّعَدْوًا ۗحَتّٰىٓ اِذَآ اَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ اٰمَنْتُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا الَّذِيْٓ اٰمَنَتْ بِهٖ بَنُوْٓا اِسْرَاۤءِيْلَ وَاَنَا۠ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Kami selamatkan Bani Israil ketika melintasi laut. Kemudian, Fir‘aun dan bala tentaranya mengikuti untuk menzalimi dan menindas mereka. Ketika hampir tenggelam, Fir‘aun berkata, “Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil dan aku termasuk orang- orang yang berserah diri.” (QS. Yunus:90)
➡️Allah SWT berfirman:
اٰۤلْـٰٔنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِيْنَ
“Mengapa baru sekarang kamu beriman, padahal kamu telah durhaka sejak dahulu dan termasuk orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Yunus:91)
✅Maka dari itu, mari kita maknai nikmat usia yang diberikan kepada kita sebagai kesempatan untuk mentaubati segala dosa, memperbaiki segala salah dan menutup berbagai celah keburukan yang masih ada dalam diri kita dengan ibadah dan amal kebaikan dengan sebaik-baiknya..
Wallahu a'lam bishawab
Sekian dulu sahabat yang bisa saya sampaikan.
Semoga sedikit hal diatas bisa menjadi pengingat bagi kita semua.
Bahwa jika kita terlambat tentang hal di dunia kita masih ada waktu untuk mengulang.
Tapi jika tobat yang terlambat takkan mungkin ada kesempatan lagi bagi kita untuk kembali memperbaiki yang sudah tak bisa lagi diperbaiki.
kenapa?
Karena saat mati menghampiri saat itu juga tak ada waktu bagi kita untuk memperbaiki segala dosa, segala salah.






Komentar
Posting Komentar