MOTIVASI DALAM BERIBADAH

BISMILLAAH...


Tema : BUAH DARI IBADAH

Ketika ditanya , "Kenapa kamu shalat? Kenapa kamu puasa? Kenapa kamu bersedekah? Kenapa kamu berbuat kebaikan?" 

Maka jawabannya pasti beragam ya. Namun survey menunjukkan rata-rata menjawab : "Agar dapat pahala". Ada juga yang menjawab karena mendamba surga. 

Sikap semacam ini menurut salah seorang filosof, Ibn Sina adalah sikap "PEDAGANG". Yaitu melakukan sesuatu demi memperoleh IMBALAN.

Pertanyaannya, apakah salah beribadah dengan sikap semacam itu? Apakah salah orang beribadah karena ingin masuk surga, berharap pahala? 

➡️ Jawabannya adalah TIDAK SALAH. 

Karena Allah berulang kali menyebutkan keindahan surga sebagai balasan bagi hamba-hamba yang taat pada-Nya. 

Berulang kali juga Allah menyebutkan neraka yang diperuntukkan bagi hamba-hamba yang mendurhakai-Nya.

Namun...

Tahukah kita selain mental "PEDAGANG" tadi, kita juga diperkenalkan dengan sikap yang lebih tinggi dari itu, yaitu sikap seorang AHLI SYUKUR. 

➡️ Yakni kita beribadah kepada Allah karena dalam jiwa kita tertanam kesadaran bahwa selama ini Allah telah menganugerahkan pada kita beragam nikmat. Jika kita hendak mengkalkulasinya, kita takkan pernah bisa menghitungnya.

🌼 Motivasi beribadah para ahli syukur itu lebih tulus. Karena dia beribadah bukan mengharap sesuatu, tetapi karena rasa syukur atas segala sesuatu yang Allah beri padanya. Ibadah bagi ahli syukur adalah expresi RASA CINTA PADA ALLAH. 

🌼Selain itu, ibadah yang berkualitas selalu memunculkan ketenangan pada diri orang yang beribadah.

Saya pribadi yakin, orang yang akhlaknya buruk, terbiasa akan dosa, MUSTAHIL AKAN DAMAI JIWANYA. 

Orang yang suka marah, dengki, kikir dengan harta, maka saya yakin dia takkan pernah merasakan apa yang namanya rasa CUKUP. 

🌼 Tidak ada ketenangan dalam hatinya. Tidak ada ketentraman dalam jiwanya. 

Bagaimana bisa tenang hati kita, sementara kita jauh dari Allah? 

Bagaimana tentram jiwa kita sementara kita lalai pada Allah yang menguasai hidup dan mati kita. 

🌼 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ 

Ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan mengingatmu. Bersyukurlah kepada-Ku dan jangan kamu mengufuri nikmat-Ku. 

QS. Al-Baqarah:152

Lalu pernah ga kita punya pertanyaan yg terlintas di pikiran kita, muncul di hati kita..

Apakah ibadahku diterima? Apakah amal amalku diterima? 

Atau malah sebaliknya di tolak oleh Allah?

Pernah punya pertanyaan seperti tersebut?

Sahabat salihah, 

Untuk mengetahui ibadah kita diterima atau tidak, 

CUKUPLAH KAU LIHAT JEJAKNYA. 

🌼 Jika setelah ibadah kita lebih takut melakukan maksiat, semoga itulah tanda ibadah kita diterima. 

Untuk mengetahui tobat kita diterima atau tidak,

CUKUPLAH KAU LIHAT JEJAKNYA. 

🌼Jika usai bertobat kita meninggalkan maksiat yang kita perbuat dan makin tekun menunaikan ketaatan kepada-Nya, semoga itu pertanda tobat kita diterima.

Untuk mengetahui ilmu kita manfaat atau tidak, 

CUKUPLAH KAU LIHAT BEKASNYA. 

🌼 Jika ilmu yang kita pelajari menjadikan kita lebih baik, maka itulah tanda ilmu kita bermanfaat. 

Untuk mengetahui harta kita berkah atau tidak, 

CUKUPLAH KAU LIHAT BEKASNYA. 

🌼 Jika dengan harta itu kita lebih banyak berlaku kebajikan dan jiwa kita damai dalam kesederhanaan, maka semoga itulah tanda harta kita berkah.

INGATLAH BAIK-BAIK INI :

Jika Iman adalah akarnya, ibadah adalah pohonnya, maka akhlak mulia adalah buahnya..

Malam ini sejenak sebelum tidur saat kita berdoa, cobalah untuk tidak banyak meminta pada Allah(--). 

Tapi cobalah untuk banyak berterima kasih atas segala yang telah Allah beri pada kita selama ini. 

Segala kekuatan ditengah kerapuhan, 

segala rasa cukup di tengah kekurangan,

segala ketabahan di tengah kehilangan,

segala kesehatan di tengah maraknya kesakitan,

dan segala nafas yang masih dihembuskan di tengah banyaknya kematian. 

➡️ Paling tidak berterima kasihlah dan bersyukurlah untuk itu.. 

🌼 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 


وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ 

Ingatlah, ketika Tuhanmu memberitahukan, “Sesungguhnya, jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, pasti azab-Ku sangat berat.” QS. Ibrahim:7 


Wallahu a'lam bishawab.


Pemateri : Ustadzah Kala Senja



Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Dirumahaja Lockdownku

Mengenal Simbol-simbol Flowchart dan Contohnya

HOW TO BE MUSLIMAH SHALIHAH🌹