Sayyidah Maryam binti Imran AS
BISMILLAAH...
🌼Sayyidah Maryam🌼
Sayyidah Maryam adalah anak dari
Nabiyallah Imran AS, Nabi Imran menikah dengan seorang wanita bernama Hannah.
Bertahun-tahun mereka menikah dan belum dikaruniai anak oleh Allah SWT sampai
mereka tua, begitu pula dengan saudaranya Nabi Imran yaitu Nabi Zakaria,
saat dimasa tuanya tiba-tiba Sayyidah Hannah mengandung dan saking senangnya
beliau bernazar kepada Allah SWT, jika yang lahir ini anak laki-laki maka akan
dia wakafkan anaknya itu ditempat ibadah. Saat melahirkan ternyata anaknya
adalah perempuan, maka Sayyidah Hannah mengatakan kepada Allah SWT “Ya Allah
dahulu aku ingin wakafkan anakku ditempat ibadah, tetapi tidaklah sama
laki-laki dan perempuan tetapi aku akan tetap melaksanakan nazarku”.
Dalam riwayat ada yang mengatakan Sayyidah Maryam lahir dalam keadaan yatimah,
dan ada yang mengatakan ayahnya meninggal saat beliau masih kecil. Maka
dirawatlah beliau oleh ibunya sampai beliau di usia tamyiz, banyak
keajaiban-keajaiban yang terjadi padanya. Banyak orang yang sakit dan meminta
do’a kepadanya dan sembuh. Kampung tersebut juga menjadi berkah, karena tekad
ibunya yang ingin mewakafkannya melalui Nabi Zakaria, maka diantarlah anaknya
kepada pamannya yaitu Nabi Zakaria dan Nabi Zakaria adalah salah satu pembesar
tempat ibadah di baitul maqdis, kemudian dengan kedudukannya beliau diajaklah
Sayyidah Maryam ke baitul maqdis dan ingin menetap disana, dan sesampainya
disana ditolak karena hal yang tabu jika wanita tinggal di ma’bad (tempat
ibadah). Lalu Nabi Zakaria berhujjah dengan kitab-kitab terdahulu dan mereka
menerimanya, karena beliau adalah Nabi dan sangat mengerti dengan kitab-kitab
terdahulu. Lalu beliau membuat gubuk untuk Sayyidah Maryam. Dan dibawa kesana
melihat tempat-tempat ibadahnya para anbiya dan tidak boleh wanita untuk masuk
ke tempat itu. Lalu Sayyidah Maryam melazimi gubuknya sambil menyapu di baitul
maqdis sambil membawa air, sementara Sayyidah Hannah sedih karena jauh dari
anaknya, dan beliau sampai sakit. Sayyidah Hannah lalu mendatangi tempat
Sayyidah Maryam dan beliau melihatnya dari jauh dan mendengar suaranya dan
menangis. Lalu sekembalinya Sayyidah Hannah meninggal dalam perjalanan,
Sayyidah Maryam terus berkhidmat di baitul maqdis dengan memakai pakaian yang
sangat tertutup. Tempat ma’bad Sayyidah Maryam terdapat 7 pintu yang tidak
punya kuncinya kecuali Nabi Zakaria, saat Sayyidah Maryam dewasa Nabi Zakaria
masuk ke ma’badnya dan melihat ada buah-buahan yang tidak ada di negeri itu.
Dan yang ada di negeri itu tetapi sedang tidak musim. Beliau bertanya kepada
Sayyidah Maryam darimana itu semua? Sayyidah Maryam menjawab ini semua dari
Allah SWT. Nabi Zakaria tercengang dan meminta kepada Allah SWT agar diberi
keturunan. Sayyidah Maryam pernah mendengar suara bahwasanya beliau adalah
salah satu dari 4 wanita yang dimuliakan oleh Allah SWT, dan Sayyidah Maryam
diarahkan oleh malaikat jibril ke ma’bad yang tidak pernah dimasuki
kecuali oleh laki-laki. Sesampainya ke shaf laki-laki dan diusir oleh mereka,
lalu Sayyidah Maryam menangis dan ditanya oleh Nabi Zakaria kenapa? Lalu
Sayyidah Maryam menjawab dan bercerita, Nabi Zakaria bertambah bingung.
Sayyidah Maryam juga bercerita di ma’bad itu banyak malaikat yang menyambutku
dan ada 3 wanita yang menyambutku, dan yang paling diagungkan dari kami
berempat ada 1 orang, Lalu Nabi Zakaria berkata ketahuilah ada 4 wanita yang
termulia, yaitu Sayyidah Asiyah Istri Fir’aun, lalu engkau (Sayyidah Maryam),
lalu Sayyidah Khodijah, dan Sayyidah Fatimah, dan yang paling diagungkan itu
adalah Sayyidah Fatimah anak dari Nabi Muhammad SAW. Sayyidah Maryam menangis,
dan Nabi Zakaria terus munajat kepada Allah di tempat Sayyidah Maryam meminta
keturunan lalu Allah memberinya keturunan dimasa tuanya itu dan dinamai yahya.
Suatu saat malaikat jibril berkata kepada Sayyidah Maryam, sesungguhnya Allah
telah menjadikanmu ibu dari nabi Isa Almasih. Lalu berkata Sayyidah Maryam
bagaimana mungkin aku bisa hamil sedangkan aku tidak pernah disentuh oleh
laki-laki manapun. Lalu berkata malaikat jibril itu adalah kehendak Allah, lalu
Sayyidah Maryam hamil dan mulai membesar dan merasa takut, lalu terdengar oleh
yang lain dan mereka menyalahkan Nabi Zakaria dan ingin menghukum Sayyidah
Maryam, lalu Sayyidah Maryam dibawa pulang kerumahnya Nabi Zakaria, saat
semuanya lengah Sayyidah Maryam melarikan diri dan suatu saat beliau menyandar
di pohon kurma yang kering dan melahirkan disitu. Saat bingung karena lapar dan
haus datanglah malaikat jibril dan menyuruh menggoyangkan pohon kurma itu dan
berjatuhan kurma basah dari situ, saat kehausan malaikat jibril menyuruh
menggali pasir dan keluar air yang berlimpah, lalu disuruh pulang ke baitul
maqdis oleh malaikat jibril dan disuruh nazar untuk tidak bicara dihari itu.
Sesampainya di baitul maqdis ramailah orang-orang dan mencaci Sayyidah Maryam,
lalu dengan izin Allah, Nabi Isa berbicara sesungguhnya aku ini adalah hamba
Allah, dia memberiku kitab dan menjadikan aku seorang nabi. Lalu orang-orang
yang ingkar ada yang meninggal dan diberi bala, masuk ke ma’badnya lagi
Sayyidah Maryam, sampai Nabi Isa mulai tumbuh dewasa, lalu Sayyidah Maryam
meninggal dunia. Setelah itu Nabi Isa pun mulai pergi berpindah-pindah dan bisa
menyembuhkan orang sakit seperti ibunya dulu.
Sayyidah Maryam adalah wanita yang
sangat mulia, bahkan Allah mengirim Sayyidah Maryam dan Sayyidah Asiyah kepada
Sayyidah Aminah sebagai bidannya saat Rasulullah akan lahir. Beliau adalah
salah satu dari 4 wanita ahli syurga yg dimuliakan oleh Allah SWT. Wallahu
a’lam…
Materi Kajian : Ustadah syarifah
hanunah alaydrus
Komentar
Posting Komentar