MUKMIN CERDAS💡

BISMILLAAH...

 Ketika Tak Mampu Lagi Beramal

💎 Kita, manusia seringkali Terlena oleh Gemerlapnya Dunia. Bahkan ada tipe orang yang hampir Seluruh jiwa, raga, pikiran, harta, ia habiskan untuk Hal2 DUNIAWI. Banyak yang 'Bertarung' mati-matian hanya untuk Mengejar Kesenangan DUNIAWI. Banyak yg Menempuh berbagai Cara baik Halal atau Haram hanya untuk Meraih Kenikmatan DUNIAWI.

🔸 *DUNIA, DUNIA, DUNIA. Berapa banyak yang SIBUK MERAIH 'PRESTASI' DUNIA, HINGGA LUPA BAHWA DIRINYA AKAN BERPULANG KE AKHIRAT?*

🌹 QS. Al-An'am 6:32

“Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?”

🔸 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Ini adalah hakikat dunia dan akhirat. Adapun hakikat dunia, maka ia adalah main-main dan senda gurau, main-main pada badan dan senda gurau pada hati. Hati cenderung kepadanya, jiwa mencintainya, ambisi-ambisi terkait denganya, dan menyibukkan diri dengannya adalah seperti permainan anak-anak.

Adapun akhirat. Maka ia “lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa,” dalam dzat, sifat, kekekalan, kelanggengannya. Di dalamnya terdapat apa yang di inginkan oleh jiwa dan dinikmati oleh mata, berupa kenikmatan hati dan ruh, dan banyaknya kebahagiaan dan kesenangan, akan tetapi kenikmatan akhirat bukan untuk semua orang. Ia hanya untuk orang-orang yang takwa yang menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya.

“maka tidakkah kamu memahaminya?” Maksudnya apakah kamu tidak memiliki akal yang dengannya kamu mengetahui rumah manakah yang lebih layak di utamakan?”

💎 Dunia, seringkali membutakan Mata Hati kita dari Mengetahui Hakikat Dunia yg Sebenarnya. Dunia, membuat Manusia Rela Melakukan apa pun untuk Meraih Segala Kenikmatan di dalamnya.

Apakah Benar bahwa Dunia ini Harus kita Nikmati Semaksimal mungkin? Hidup cuma sekali, maka nikmatilah Hidup! Benarkah begitu?

💎Dear Sholihah, tak akan Bosan saya mengingatkan mengenai Tujuan kita Hidup di Dunia ini. Karena, dengan memahami Konsep Tujuan tsb, kita bisa Paham, apakah LAYAK Hal2 DUNIAWI ini kita UTAMAKAN atau Tidak?

🔸 Umumnya, saat seseorang (baik orang Islam ataupun bukan) sudah mencapai Kesempurnaan Akalnya, ia akan bertanya2 mengenai 3 Pertanyaan Dasar yg sering juga disebut Uqdah Al Kubro (Simpul Besar), yaitu:

1.     Dari mana ia berasal?

2.     Untuk apa ia Hidup di Dunia?

3.     Akan ke mana ia setelah kehidupan Dunia ini/setelah Kematian?

🔸 Jawaban yg diperoleh dapat Mempengaruhi Jalan Pemikiran serta Perilaku Seseorang dalam menjalani kehidupan ini, terlepas jawaban tersebut Benar atau Salah.

Jika jawabannya Benar, maka dapat menggiring orang tsb pada Keselamatan, dan jika jawabannya Salah, tentu dapat membawa orang tersebut pada Kerugian Dunia-Akhirat.

💎 Dalam menjawab 3 Pertanyaan tersebut, ada beberapa variasi:

1.     Dia tidak meyakini bahwa Sang Pencipta/Tuhan itu ada. Dia beranggapan manusia berasal dari materi yaitu tanah, fungsi hidupnya untuk mengejar kesenangan dunia/hal2 duniawi semaksimal mungkin, saat mati ya dia akan kembali menjadi materi yaitu tanah, tidak ada kehidupan Akhirat. Biasa kita sebut Aqidah/Keyakinan macam ini adalah Atheis.

2.     Dia meyakini Tuhan itu ada. Tapi dia hidup di dunia ini tujuannya hanya untuk hal2 duniawi saja/ untuk mengejar materi semaksimal mungkin, karena dia menganggap Tuhan tidak ada campur tangan dalam masalah kehidupan dia. Dia masih percaya adanya kehidupan akhirat.

3.     Dia meyakini Tuhan itu ada. Dia paham bahwa Tujuan dia hidup adalah untuk Beribadah kepada Allah. Dan dia yakin adanya Akhirat, dia tahu dia akan kembali kepada Allah.

💎 Berdasar variasi jawaban tersebut, sebagai Muslimah yg Beriman kepada Allah maka jawaban nomor 3 lah yg harus kita pegang erat.

Jika kita paham Jawaban yg Baik dan Benar atas 3 Simpul Besar tersebut, kita benar2 Beriman kepada Allah, maka dalam menjalani kehidupan, kita akan berupaya Mengikuti Aturan/Tuntunan dari Allah.  Karena kita yakin kita berasal dari Allah, hidup untuk Beribadah kepada Allah, dan saat mati akan kembali kepada Allah.

💎 Kita cek ayat2 berikut,

🌹 “Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari Kiamat”

(QS. al Mu’minun/23:15-16)

🌹 "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku."

(QS. Az-Zariyat ayat 56)

💎 Dari ayat2 tersebut sudah terangkum, bahwa Allah yg Menciptakan Manusia serta seluruh Makhluk dan Alam Semesta. Bahwa Tujuan Manusia dan Jin Diciptakan ialah utk BERIBADAH kepada ALLAH, dan kelak kita akan MATI dan Pulang ke "Kampung Akhirat", Kembali kepada ALLAH.

💎 Jika kita tau, Allah Maha Baik, sudah mengabarkan pada kita melalui Al Qur'an mengenai Tujuan Hidup yg sebenarnya, mengabarkan bahwa kita kelak PASTI akan Berpulang kepada-Nya, maka jelas, HAL2 DUNIAWI BUKANLAH PRIORITAS KITA.

🔸 Manusia memang Allah ciptakan untuk menjadi Khalifah di muka bumi. Tapi ingat, Dunia juga merupakan Sanksi bagi Nabi Adam 'alaihissalam dan bunda Hawa, karena telah melanggar perintah Allah saat masih di Surga. Dan itu berarti, Dunia ini merupakan UJIAN bagi Nabi Adam dan bunda Hawa kala itu. Berhubung kita pun Manusia, sama seperti moyang kita, maka TAK ADA PERBEDAAN. Hingga saat ini, DUNIA SEJATINYA ADALAH UJIAN BAGI KITA.

💎 Dunia yg Penuh Ujian ini, suatu saat Pasti akan kita Tinggalkan. Sebanyak apapun Harta yg kita punya, Kemewahan yg kita dapatkan, Anak2 yg kita rawat, Pekerjaan yg Hebat, Rumah Megah, Tak ada satu pun yg akan Membersamai kita di KUBURAN. Lantas, Apa yg akan Menemani kita saat di Kuburan?

Jawabannya: AMALAN.

🌹  Rasulullah ﷺ bersabda,

“Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

💎 Berdasar hadits tersebut, maka, hal LOGIS bagi kita dalam Menghadapi Kematian ialah MEMPERBANYAK AMAL SHOLIH. Sebelum masa di mana kita Tak Mampu Lagi Beramal, maka manfaatkanlah kehidupan ini tuk Perbanyak Amal Sholih. Di antara amalan yg bisa kita lakukan agar kita Memperoleh Kematian yg Diimpikan, Kematian Husnul Khotimah antara lain:

1.     Memegang Teguh Agama Islam

Sesuai ayat berikut, jika kita ingin Kematian kita dinilai Baik di sisi Allah, kita Harus Mati dalam keadaan Muslim. “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri)". (Ali Imran/3 : 102)

🔸 Dalam hal ini, maka, seringlah Berdo'a memohon agar Hati kita dikuatkan oleh Allah untuk berpegang pada Agama Islam ini. Do'a yg dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik"

(Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)

2.      Bertaqwa kepada ALLAH

Dengan bertaqwa kepada Allah, kita bisa mendapat banyak Keberkahan. Dan tentu ini akan menambah Amal Kebaikan kita, in syaa Allah. “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi”. (Al-A’raf /7: 96)

🔸 Dalam hal ini, salah satu cara yg bisa kita lakukan ialah BERSYUKUR kepada Allah. “Jika kalian bersyukur, niscaya Aku tambahkan nikmatKu atasmu”. ( Ibrahim/14 : 7)

3.      Istiqomah di Jalan ALLAH

Dengan mengupayakan diri agar Istiqomah, berarti kita berupaya Melaksanakan Syari'at Islam secara Maksimal. Syari'at Islam berasal dari Allah. Jika kita melaksanakan Aturan dari Allah, in syaa Allah, Allah akan Mencintai kita, baik di Dunia apalagi di Akhirat. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS Fushilat [41]: 30)

4.     Perbanyak Do'a memohon Husnul Khotimah kepada Allah*

Contoh do'a yg bisa kita baca

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِي آخِرَهُ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِيمَهُ، وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ فِيهِ

"Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku adalah umur yang terakhirnya, sebaik-baik amalku adalah amal-amal penutupannya dan sebaik-baik hariku adalah hari saat aku menghadap-Mu."

5.     Perbanyak Dzikir Mengingat Allah

Jika kita mau Meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah, tentu kita ingin agar dosa2 kita Terhapus lebih dulu, agar yg tersisa ialah Amal Kebaikan. Dzikir dapat menjadi salah satu cara agar Dosa2 kita Diampuni oleh Allah. Dengan berdzikir, Allah pun akan mengingat kita, serta memberi Pertolongan pada kita. "Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (Al-Baqarah 2:152)

“Laki-laki yang banyak berzikir kepada Allah dan perempuan yang banyak berzikir kepada Allah, Allah siapkan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzab: 35)

6.      Seringlah Bertaubat, Mohon Ampunan Allah

Mustahil bagi kita untuk merasakan nikmatnya Husnul Khotimah, jika kita masih Bergelimang dalam Dosa dan Maksiat. Bertaubatlah. Sebanyak apapun Dosa kita, in syaa Allah, Allah Maha Pengampun. "Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar 39:53)

7.      Ikutilah Tuntunan atau Sunnah Rasulullah ﷺ

Dalam beragama, kita tidak bisa Sembarangan. Sebaik2nya beragama ialah mengikuti Amalan2 yg Dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Rasulullah ﷺ pun sudah dinyatakan oleh Allah sebagai Suri Tauladan ummat manusia. Beliaulah manusia Terbaik dengan Kualitas Ibadah maupun Akhlak yg Terbaik. Sudah pasti beliau meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah. Maka, sangat Logis bagi kita jika ingin menjadi Hamba yg Baik, ingin Hidup dengan cara yg Baik, ingin Meninggal dalam Keadaan Terbaik, teladanilah Rasulullah ﷺ.

🌹 Rasulullah ﷺ bersabda:

"Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya." (H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm)

💎 Semoga dari pembahasan kali ini bisa membuat kita semakin paham Hakikat Hidup yg sebenarnya. Bahwa Dunia ini adalah TEMPAT MENINGGAL, BUKAN TEMPAT KITA TINGGAL. Dunia ini adalah Tempat kita BERJUANG, Bukan Tempat kita Istirahat. Istirahat yg sesungguhnya, Kemenangan yg sesungguhnya, ialah nanti, saat kita Masuk ke SURGA.

Jadilah Orang yg Cerdas berdasar hadits berikut,

🌹 Ada seorang yang bertanya pada Rasulullah ﷺ,

“Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau ﷺ bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.”

(HR. Ibnu Majah)

 

Materi Kajian : Ustadzah Arafah Nur Salma Luvika

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Dirumahaja Lockdownku

Mengenal Simbol-simbol Flowchart dan Contohnya

HOW TO BE MUSLIMAH SHALIHAH🌹