Memantaskan Diri
BISMILLAAH...
Memantaskan
diri
🌸Tema ini dipilih karena begitu marak kata memantaskan
diri dikaitkan untuk mendapatkan jodoh. Memang tak salah, namun ada hal yang
lebih utama selain seputar jodoh. Yakni Memantaskan diri untuk menjadi
kecintaan Allah, memantaskan diri menjadi calon penghuni surga. Karena
jika kita mampu memantaskan diri bagi Allah, maka hal lain seperti jodoh,
rezeki dll InsyaAllah akan mengikuti.
🌸Hampir semua muslim/muslimah ingin mendapat cinta Allah
dan bisa masuk surgaNya.
Apakah
mereka pasti mendapatkan semua itu? Belum tentu.
Itu
dikarenakan kebanyakan mereka tidaklah memantaskan diri untuk menjadi calon
warga surga. Manusia sibuk dengan hal berbau dunia. Namun seringnya
melalaikan tabungan akhiratnya. Sibuk dan maksimal ikhtiarnya untuk terlihat
pantas di depan calon mertua atau orang yang disuka, namun cenderung lupa untuk
memantaskan di hadapan Allah.
🌸Tanpa bermaksud mengecilkan arti dunia, yuk kali ini kita
mulai lebih meningkatkan lagi ikhtiar kita untuk memantaskan diri bagi Pencipta
kita.
🌸Ada 4 akhlak yang paling dicintai Allah
yakni :
➡️Hayyin
yaitu
orang yang mampu mengendalikan amarah. karena marah sejatinya adalah pintu setan. Oleh
karena itu mari belajar mengendalikan amarah karena dengan
bisa mengendalikan marah kita juga bisa menjadi jiwa pemaaf. Jika kita
merasakan amarah hendaklah membaca ta’awudz
dan istighfar. Jika marah masih dirasa maka berwudhulah karena marah ibarat api dipadamkan oleh air.
Terakhir jika masih dikuasai marah maka sholatlah misal shalat sunnah karena
tak ada dalam sejarahnya ada manusia yang marah-marah
saat melakukan shalat. Jangan mudah terpancing emosi.
🌸Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
الَّذِيْنَ
يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا
لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
"(yaitu)
orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang
yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah
mencintai orang yang berbuat kebaikan."
(QS.
Ali 'Imran 3: Ayat 134)
➡️Layyin
yaitu
orang yang santun dalam tutur kata dan perbuatan.
Menjaga
lisan dan tindakan. Setiap hendak berucap pikirkan apakah hal itu bermanfaat
atau tidak. Menjadi mudharat atau tidak, menyakiti orang atau tidak.
Rasulullah
Saw bersabda,
“Siapa
saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau
diam.”
(HR.
Bukhari dan Muslim)
➡️Qarib
yakni
orang yang
rendah hati, tidak sombong dan berprasangka baik pada sesama.
🌸Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
لَا
جَرَمَ اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ ۗ اِنَّهٗ لَا
يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِ يْنَ
"Tidak
diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang
mereka lahirkan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang sombong."
(QS.
An-Nahl 16: Ayat 23)
➡️Sahl
yaitu
orang yang mempermudah urusan orang lain. Jangan ragu
untuk membantu sesama selagi kita mampu. Dan jangan berharap balasan dari
manusia. Karena sebaik-baik balasan adalah dari Allah.
Rasulullah
SAW bersabda,
“ Barangsiapa yang meringankan kesusahan seorang mukmin di
antara kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan meringankan kesusahannya
di antara kesusahan-kesusahan hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang sedang
kesulitan, niscaya Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Dan
barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi (aibnya)
di dunia dan di akhirat. Allah akan selalu menolong seorang hamba selama ia mau
menolong saudaranya.”
(HR.
Muslim).
🌸Nah setelah kita tau akhlak yang dicintai Allah, kita
juga harus tau amalan apa saja yang bisa kita lakukan untuk memiliki
akhlak-akhlak tadi.
Jangan
sampai kita hanya sebatas tahu namun tak berusaha meraihnya dan mengamalkanya.
🌸Adapun amalan untuk memiliki akhlak mulia
antara lain adalah :
✅Rajin
mendengarkan nasehat
🌸Terimalah nasehat dengan hati lapang dan terbuka. Jangan
mudah baper kalau misal ada orang yang mengingatkan kita, menasehati kita
bahkan mengkritik kita.
🌸Kalau kita gampang Baperan nanti berkaitan dengan akhlak
yang pertama tadi yakni sulit menjadi orang yang Hayyin.
🌸Orang yang baperan cenderung mudah emosian😊
🌸Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
الَّذِيْنَ
يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ اَحْسَنَهٗ ۗ اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ
هَدٰٮهُمُ اللّٰهُ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمْ اُولُوا الْاَ لْبَا بِ
"(yaitu)
mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di
antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan
mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat."
(QS.
Az-Zumar 39: Ayat 18)
✅Rajin
introspeksi/muhasabah diri
🌸Dengan kata lain kita harus muhasabah atas apa yg telah
kita perbuat selama ini. Renungi dosa-dosa kita, kekurangan kita, kesalahan
kita.
🌸Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يٰۤاَ
يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا
قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا
تَعْمَلُوْنَ
"Wahai
orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang
memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan
bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu
kerjakan."
(QS.
Al-Hasyr 59: Ayat 18)
✅Bertaubat
dan perbaikan diri
🌸Beberapa waktu lalu kita sudah belajar bersama apa itu
taubat nasuha, apa itu inti tobat. Berhenti melakukan dosa dan terus melakukan
perbaikan diri setiap harinya.
🌸Yang dulu pemarah sekarang berubah jadi Hayyin.
🌸Yang dulu suka berkata kasar dan bicara unfaedah,
sekarang berubah menjadi Layyin.
🌸Yang dulu memelihara sifat sombong sekarang berubah
menjadi Qarib.
🌸Yang dulu suka kikir pada harta dll, sekarang berubah
menjadi Sahl.
✅Tekun
dalam beramal
🌸Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَا
لَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ
لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
"Dan
orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan
kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang
berbuat baik."
(QS.
Al-'Ankabut 29: Ayat 69)
🌸Di ayat tersebut diisyaratkan agar kita terus menggunakan
waktu, harta, kesehatan, umur intinya semua nikmat yang Allah karuniakan itu di
jalan Allah dan untuk mencari Ridha Allah.
🌸Selama Allah suka maka teruslah lakukan. Tak perlu
dengarkan cemoohan dll.
✅Bingkai
segalanya dengan doa
🌸Awali dan akhiri hari dengan doa. Selalu berdoa dalam
keadaan lapang maupun sempit. “Karena
doa itu adalah senjatanya orang mukmin”.
🌸Terus berdoa agar hati kita selalu dicondongkan pada
kebaikan dan dijauhkan dari kesesatan.
🌸Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
رَبَّنَا
لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ
رَحْمَةً ۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّا بُ
"(Mereka
berdoa), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan
setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami
rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi."
(QS.
Ali 'Imran 3: Ayat 8)
🌸Mari kita berusaha memantaskan diri bagi Allah. Kita
tidak perlu berlebihan untuk menjadi yg terbaik di hadapan manusia, sampai
sibuk bergaya mati-matian.
🌸Hentikan kalimat “memperbaiki diri untuk mendapatkan
pasangan atau juga untuk seseorang”, memperbaiki diri itu untuk memantaskan
diri di hadapan Allah, memantaskan diri agar pantas dicintai Allah.
🌸Kalau ikhtiar kita dalam memantaskan diri hanya agar
dapat pasangan, ikhtiar kita terbatas, hanya untuk makhluk-Nya saja. Dan
mungkin yang akan kita dapatkan ya hanya sebatas itu saja. Namun jika kita
ikhtiar memantaskan diri kita karena Allah, ikhtiar kita tidak akan mengenal
batas, dan balasannya pun beda kelas.
Wallahu
a’lam.
Materi
Kajian : Ustadzah Kala Senja Nur Humairah
Komentar
Posting Komentar